"Rapid test hanyalah sebagai skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa pasti infeksi virus Corona atau COVID-19," katanya.
Lahmuddin berharap agar hasil rapid test positif ini, jangan sampai masyarakat panik dan takut, sebab menurunnya antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.
"Untuk diketahui juga bahwa coronavirus memiliki 4 genus yaitu alfa, beta, gamma dan delta coronavirus dan yg menginfeksi manusia adalah genus alfa dan beta," ungkapnya.
Orang yang hasil rapid test-nya positif perlu melakukan pemeriksaan Swab bisa melalui lendir hidung atau tenggorokan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona.
Saat ini kondisi pasien dalam keadaan sedang dirawat atau diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentawai dengan kondisi baik dan tidak menggunakan alat bantu pernapasan atau oksigen. Editor/MR
Sumber: mentawaikab.go.id
Editor : Berita Minang






