"Saat itu sangat sulit untuk menjual produk make up dengan kata "halal", karena sering dianggap "menjual agama," ujar Nurhayati.
Pada tahun 2003, jelas Nurhayati. terjadi penurunan penjualan produknya. ia pun sempat meminjam uang untuk modal usaha. Namun, dirinya pantang menyerah.
"Pada tahun 2009u dilakukan branding ulang Wardah dan berhasil menarik minat wanita-wanita berhijab di Indonesia," papar Nurhayati.
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Kini, produk yang ia miliki justru meluas, seperti Wardah, Emina, dan Make Over.
Dengan kesuksesan yang diraih Nurhayati, ia sempat masuk dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia.
Bahkan, produknya tidak hanya laris di Indonesia, Wardah juga dapat ditemukan di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Bangladesh. Menakjubkannya lagi, di tahun 2015 silam, Wardah berhasil meraup omzet Rp200 miliar per bulannya.
Produk ini juga mendekatkan diri ke komunitas-komunitas hijabers. Hal itu pun kian memperkuat eksistensi brand @Wardah di mata masyarakat. Mereka juga meng-endorse sejumlah selebriti seperti Inneke Koesherawati, Dian Pelangi, Lisa Namuri, Ria Miranda, Zaskia Sungkar, dan Tatjana Saphira.
Eksistensi mereka juga gak cuma komunitas dan fashion. Wardah juga telah memilih brand ambassador dari dunia musik, namanya Tulus. Mungkin saja, buat menjadikan fans-fansnya Tulus jadi konsumen Wardah.
Itulah resep sukses Nurhayati Subakat dalam mengembangkan bisnis. Intinya, siapapun anda, apakah ibu rumah tangga, ayah, atau bahkan karyawan kantoran, anda pasti bisa memiliki bisnis jika siap berjuang.
Editor :






