BUKITTINGGI - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah mengatakan, masalah narkoba, LGBT dan stunting kini telah merasuki nagari. Fenomenanya seperti gunung es, dimana kasus yang diketahui sedikit padahal faktanya sudah mengkhawatirkan.
Karena itu, kata Kadis PMD Sumbar, peran organisasi kemasyarakatan seperti PKK sangat strategis di nagari. Selain meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anak, juga kehadiran PKK dengan sepuluh program pokoknya di nagari.
"Kolaborasi PKK dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat diharapkan bisa menciptakan nagari yang bebas stunting, bebas narkoba dan LGBT," kata Kadis PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM. saat membuka Peningkatan Kapasitas Kader PKK Angkatan II/2020 di Hotel Rocky, Bukittinggi, Rabu (4/3/2020).
Hasil nyata dari usaha Kader Tim Penggerak PKK di nagari ini, adalah menyelematkan generasi muda dari narkoba, dari stunting dan perilaku yang menyimpang. "Kita ingin generasi muda Sumbar yang hebat, dan PKK berperan dalam menciptakannya," kata Drs. H. Syafrizal, MM., mantan Pj. Bupati Dharmasraya ini.
Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Sumbar Capt. Irzal Ilyas Dt. Lawuik Basa, yang tampil sebagai nara sumber dalam yang berlangsung selama dua hari, 4-6 Maret 2020.
Sejalan dengan Perpres No. 99/2017 makin memberikan ruang bagi PKK untuk berkiprah di nagari, karena PKK sudah ditempatkan dengan jelas posisinya sebagai mitra pembangunan.
Menurut Ketua Panitia Dra. Hendrawati Roza, M.Si., acara Peningkatan Kapasitas Kader PKK ini diikuti 218 orang peserta yang merupakan Kader PKK dari Kota dan Kabupaten Solok, ditambah dengan aparatur yang membidangi kegiatan PKK dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Hendrawati Roza, yang juga Kabid Kelembagaan dan Adat Dinas PMD Sumbar, dari kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan dari Kader PKK, terutama dalam menyusun program kegiatan. (Je)
Editor : Berita Minang






