"Untuk itu, kami dari TMSBK, melakukan pemantauan ketat pada Gajah Zidan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, langkah apa yang akan dilakukan. Setelah berkoordinasi beberapa kali dengan dokter hewan dan BKSDA itu, kita ambil keputusan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan, dengan merantai kaki Zidan sejak 2023 lalu," ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, Minggu, (13/09).
Lebih lanjut Rofie mengatakan, kondisi Gajah Zidan yang sangat agesif itu, membuat pawang yang biasa menanganinya pun mengundurkan diri. Pawang itu mengaku tidak sanggup menangani Zidan yang semakin agresif dan makin tidak terkendali.
"Kondisi ini juga sudah dilaporkan kepada Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sumbar, termasuk tim ahli yang melaksanakan sertifikasi TMSBK. Kita juga minta pada tim sertifikasi itu, agar Zidan dievakuasi ke lembaga konservasi yang lebih lengkap sarana prasarananya," Kata Rofie.
"Bahkan ketika kunjungan Menteri Kehutanan ke TMSBK tahun 2025 lalu, Bapak Wali Kota juga sudah menyampaikan langsung kepada Menteri dan Dirjen. Bapak Dirjen secara lisan juga sudah menginstruksikan jajarannya untuk menyikapi kondisi itu. Tentu semua berproses, kita tunggu saja", ujarnya.
Editor : Medio Agusta






