Menurutnya, pacuan kuda tidak hanya menjadi bagian dari olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya masyarakat Minangkabau yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, semangat juang, dan sportivitas.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin semakin memperkokoh Payakumbuh sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat sekaligus memperbesar kontribusi daerah dalam perkembangan olahraga berkuda nasional,” ujarnya.
Zulmaeta berharap perhatian terhadap IHR Merdeka Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi kuda lokal, baik dari sisi kualitas maupun nilai ekonominya.
“Momen ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kuda lokal sekaligus membangkitkan kembali gairah peternakan kuda di Payakumbuh. Kita berharap dari sini lahir kuda-kuda yang mampu menjadi juara di tingkat nasional,” katanya.
Editor : Medio Agusta






