"Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya dan fashion. Workshop dilaksanakan sehari penuh, diawali dengan pemaparan materi, dilanjutkan dengan studi kasus, praktek dan simulasi serta pemberian feedback kepada peserta,"jelasnya.
Pada kesempatan itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa, Bukittinggi merupakan kota yang kaya dengan keunggulan produk, seperti bordir, songket serta kerajinan tangan dan juga pada usaha dibidang kuliner.
Wako berharap anak-anak muda maupun masyarakat dapat menciptakan ekonomi kreatif yang bisa mencapai pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan, pentingnya mengetahui setiap cerita di balik setiap produk ekonomi kreatif daerah agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta mampu bersaing di pasar global.
Editor : Medio Agusta






