PADANG PANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang memberikan apresiasi kepada generasi muda yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional dan Provinsi Sumatera Barat.
Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan Tanda Ikut Serta (Tiska) dan Piagam kepada Kontingen Jambore Nasional XII-2026 serta piagam penghargaan bagi pelajar yang bertugas sebagai Paskibraka tingkat nasional dan provinsi.
Penyerahan dilakukan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dalam acara Silaturahmi dan Penyambutan Kontingen Jambore Nasional XII Kota Padang Panjang bersama Paskibraka Nasional dan Provinsi di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (24/8/2026).
Turut hadir Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, Pj. Sekretaris Daerah Kuartini Deti Putri, pimpinan instansi terkait, serta kepala OPD.
Sebanyak 45 anggota Kontingen Jambore Nasional XII Kota Padang Panjang menerima Tiska dan Piagam sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan kontribusi mereka selama mengikuti kegiatan tingkat nasional tersebut.
Di tingkat nasional, terdapat Ulya Kireina Halim dari SMAN 2 Padang Panjang yang bertugas dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. Sementara di tingkat Provinsi Sumatera Barat, tiga pelajar yang bertugas yakni Alhavizh Lucretia dan Muhammad Aurellio Besta dari SMAN 2 Padang Panjang, serta Chantika Nurul Mawaddah dari SMAN 1 Sumatera Barat.
Wako Hendri Arnis menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Ulya menjadi Paskibraka tingkat nasional menjadi catatan tersendiri bagi Padang Panjang setelah penantian selama 17 tahun.
“Kita bersyukur dan bangga karena Ulya telah membawa nama baik Kota Padang Panjang di tingkat nasional. Ke depan, kita akan terus mendorong dan memperbanyak kegiatan-kegiatan pendukung agar semakin banyak generasi muda Padang Panjang yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan provinsi,” ujarnya.
Hendri juga mengapresiasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang yang tetap mampu mengirimkan kontingen ke Jambore Nasional XII di tengah keterbatasan anggaran.
Editor : Marjeni Rokcalva






