Selain Muhammad Yusuf, tim dosen terdiri atas Dr. Etri Wahyuni, M.Pd., Rilliandi Arindra Putawa, S.Fil., S.T., M.Ag., dan Gaby Arnez, M.Pd. Sementara sembilan mahasiswa yang terlibat yaitu Rezky Revalisa, Salsabila Putri, Ananda Shifa Chamilla, Shindi Ardila Yusria, Hidjriani Gustri Husna, Muhammad Nur Ihsan, Wala Ghaniyyu, Suci Ramadhani, dan Sarah Mursalim.
Rilliandi Arindra Putawa mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian formal, tetapi memberikan manfaat nyata bagi anak-anak binaan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi benar-benar memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Instruktur keterampilan Panti Sosial Bina Grahita “Harapan Ibu”, Afriwildion, S.Sos.I., juga berharap kerja sama dengan UNP dapat terus berlanjut. Menurutnya, kehadiran dosen dan mahasiswa UNP memberikan tambahan pembelajaran agama bagi anak-anak binaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga silaturahmi antara panti dan UNP tetap terjaga. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama yang bermanfaat,” katanya.
“Saya senang kakak-kakak dari UNP datang ke panti. Kegiatannya seru dan saya semangat mengikuti pembelajarannya sampai selesai,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Alquran anak-anak tunagrahita serta memperkuat layanan pendidikan agama yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UNP menghadirkan manfaat pendidikan secara langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendukung SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pendampingan pendidikan agama yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan anak tunagrahita. Program ini juga berkontribusi pada SDGs 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses pembelajaran bagi penyandang disabilitas. (Hms/BM)
Editor : Marjeni Rokcalva






