Selain itu, Wako juga menambahkan, rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang telah dimulai sejak April 2026 dengan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional yang melibatkan masyarakat serta partisipasi sejumlah negara. Kegiatan tersebut mencakup festival, seminar, hingga event budaya dan literasi yang tersebar dalam beberapa bulan pelaksanaan.
Wako Ramlan, dalam orasi pada peringatan 100 tahun Jam Gadang menegaskan, kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya diperjuangkan, tetapi juga harus terus dipertahankan dari waktu ke waktu. Ia mengingatkan bahwa peristiwa 19 Desember 1948 di Bukittinggi merupakan amanah sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi bangsa hingga 100 tahun ke depan, sebagai bagian dari perjalanan mempertahankan Republik Indonesia.
Wako juga menyebutkan, Bukittinggi, Jakarta dan Yogyakarta memiliki keterkaitan penting dalam sejarah perjuangan bangsa, dengan Jam Gadang sebagai simbol perjalanan sejarah dan semangat perjuangan. Momentum 100 tahun Jam Gadang menjadi pengingat bagi pemimpin untuk terus bergerak dinamis dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa serta memperjuangkan pengakuan dan penguatan peran Bukittinggi dalam sejarah nasional.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang berhasil menyelenggarakan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Bukittinggi dan Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa, mulai dari perannya sebagai pusat pemerintahan hingga berbagai peristiwa perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Republik Indonesia. Momentum 100 tahun Jam Gadang dinilai menjadi kesempatan untuk mengingat kembali sejarah dan kontribusi besar daerah ini bagi bangsa.
Editor : Medio Agusta






