Menurut dia, penguatan akuntabilitas kinerja telah berkontribusi terhadap berbagai capaian pembangunan daerah. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Payakumbuh meningkat dari 80,76 menjadi 81,62 dan masuk kategori sangat tinggi, sekaligus menempatkan Payakumbuh pada posisi tiga besar tertinggi di Sumatera Barat.
Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,95 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Sumatera Barat sebesar 5,31 persen maupun nasional sebesar 8,25 persen. Ketimpangan pendapatan juga menunjukkan perbaikan yang tercermin dari penurunan rasio gini dari 0,313 menjadi 0,271.
Sementara itu, di tengah tekanan akibat kebakaran besar di kawasan Pertokoan Blok Barat serta gangguan jalur transportasi utama, perekonomian Payakumbuh tetap tumbuh sebesar 3,55 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata Sumatera Barat yang mencapai 3,37 persen.
Melalui penguatan SAKIP dan transformasi digital berbasis AI, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kualitas pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat efektivitas pembangunan daerah menuju kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.(Do)
Editor : Medio Agusta






