“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.
Lebih jauh, Elzadaswarman menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan, mempererat persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong sebagai modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” pungkasnya. (Do)
Editor : Medio Agusta







