Selain itu, Wawako menyampaikan bahwa, gerakan ini juga sejalan dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, seperti membiasakan bangun pagi, beribadah, disiplin belajar serta menghormati orang tua.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, mengatakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Murid Didampingi Orang Tua merupakan implementasi program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Surau Gemilang. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa SD dan SMP di Kota Bukittinggi, yang dilaksanaan pada masjid dan mushala yang tersebar di berbagai wilayah, yang jumlahnya mencapai 172 buah.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan untuk membangun karakter generasi muda. Nilai pendidikan harus dipraktikkan di rumah dan diperkuat lingkungan. Anak-anak dibiasakan bangun lebih awal, beribadah, serta berinteraksi dengan orang tua dan masyarakat,” ujarnya.
Program ini bertujuan untuk membentuk peserta didik yang religius dan berkarakter mulia, sekaligus memperkuat keterpaduan antara sekolah, keluarga dan masyarakat.
Editor : Medio Agusta






