SAWAHLUNTO - Kepolisian Resor Sawahlunto himpun sejumlah warga dan organiasi kemasyarakatan untuk mensosialisasikan pencegahan kejahatan yang intensitasnya makin meningkat, khususnya di Kota Sawahlunto saat ini.
Pelaku kejahatan itu muncul dari berbagai daerah lain, dan kemudian mempengaruhi bahkan melibatkan warga lokal dalam berbagai aksi kriminal seperti, pencurian kendaraan bermotor, peredaran narkoba, dan tindak kriminal lainnya.
Tidak hanya itu, aksi kejahatan juga muncul melalui media sosial dalam memprovokasi dan adu domba warga, sehingga menimbulkan terjadinya kegaduhan ditengah masyarakat. Hal ini patut diantisipasi, dan masyarakat jangan sampai lengah menjaga situasi lebih aman.
Sebagai contoh, adanya materi postingan di medsos yang tidak jelas dari mana sumbernya, kemudian dapat membenturkan antara warga dengan warga lainnya, termasuk isu sara yang membuat umat beragama terusik, lalu menimbulkan gangguan keamanan yang disebabkan berita-berita bohong atau hoax yang diproduksi orang-orang tak dikenal.
Hal itu diungkapkan Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur,SH, SIk, melalui Kanit Intelpol Polres Ipda Wahyu, dalam acara sosialisasi kesiagaan masyarakat terhadap prilaku tindak kriminal dan provokasi medsol yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan di Garase PT BA UPO, Kelurahan Tanahlapang, Rabu (24/2) malam. Dan minta masyarakat jangan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang mengundang terjadinya tindak kriminal.
Sukadi alias Kadul, seorang warga menyarankan untuk membendung tindak kejahatan perlu dihisupkan lagi sistim keamanan lingkungan atau siskamling. Saran Kadul ini mendapat respon polisi dan warga, apalagi saat ini akan mendekati bulan puasa Ramadhan.
Pandangan lain juga disampaikan H.Sunarto, Menurutnya, kondisi dan situasi keamanan di Kelurahan Tanahlapang sangat aman dan terjaga dari tindak prilaku kriminal. Dia berharap, masyarakat perlu dingatkan banyak melakukan kegiatan positif melalui siraman rohani keagamaan.
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD LPM Kota Sawahlunto, Ilman, Lurah Tanah Lapang Advendri, dan beberapa ketua-ketua LPM. (Iy)
Editor :






