IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Jadi Keynote Speaker di Seminar Nasional WWF Soal Tata Kelola Lingkungan

Gubernur Sumbar Jadi Keynote Speaker di Seminar Nasional WWF Soal Tata Kelola Lingkungan
Gubernur Sumbar Jadi Keynote Speaker di Seminar Nasional WWF Soal Tata Kelola Lingkungan
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan menjaga lingkungan bukan sekadar urusan ekologis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral, adat, dan keimanan. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Nagari bertema “Batulak ka Rimbo, Balinduang ka Adat”, di Hotel Santika Padang, Kamis (12/2/2026).

Menurut Mahyeldi, konsep menjaga alam telah lama hidup dalam falsafah Minangkabau dan ajaran agama. Ia menekankan, Islam pun secara tegas telah mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

“Gambaran surga dalam ajaran agama adalah lingkungan yang bersih, air yang jernih, kehidupan yang aman dan nyaman. Orang yang menjaga lingkungan sejatinya sedang menghadirkan ‘surga’ di dunia, dan insyaallah akan memperoleh surga di akhirat,” ujar Mahyeldi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ia menambahkan, nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah bukan hanya identitas budaya, tetapi juga fondasi dalam tata kelola kehidupan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal tersebut diperkuat secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 yang menegaskan pengakuan terhadap kekhasan dan kearifan lokal Sumatera Barat.

Terkait makna Balinduang ka Adat, Mahyeldi menjelaskan bahwa adat di Sumatera Barat bersumber dari syarak. “Syarak mengatur, adat menjalankan. Nilai itulah yang menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam,” katanya.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH