PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan menjaga lingkungan bukan sekadar urusan ekologis, tetapi bagian dari tanggung jawab moral, adat, dan keimanan. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Nagari bertema “Batulak ka Rimbo, Balinduang ka Adat”, di Hotel Santika Padang, Kamis (12/2/2026).
Menurut Mahyeldi, konsep menjaga alam telah lama hidup dalam falsafah Minangkabau dan ajaran agama. Ia menekankan, Islam pun secara tegas telah mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
“Gambaran surga dalam ajaran agama adalah lingkungan yang bersih, air yang jernih, kehidupan yang aman dan nyaman. Orang yang menjaga lingkungan sejatinya sedang menghadirkan ‘surga’ di dunia, dan insyaallah akan memperoleh surga di akhirat,” ujar Mahyeldi.
Terkait makna Balinduang ka Adat, Mahyeldi menjelaskan bahwa adat di Sumatera Barat bersumber dari syarak. “Syarak mengatur, adat menjalankan. Nilai itulah yang menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam,” katanya.
Editor : Marjeni Rokcalva






