Ia mengingatkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah menuntut seluruh pihak menyusun program berdasarkan skala prioritas.
“Kita harus memilih program yang paling berdampak dan paling menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Nofriwandi menjelaskan tahun 2027 menjadi tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Arah kebijakan pembangunan tetap kita fokuskan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan layanan publik,” katanya.Untuk Kecamatan Payakumbuh Utara, lanjut Nofriwandi, data DTSen 2025 mencatat 864 kepala keluarga berada pada desil 1, serta masih terdapat 19 balita stunting dan 714 keluarga berisiko stunting.
Editor : Medio Agusta






