PADANG PANJANG – Memasuki hari keempat pascabencana banjir dan longsor yang melanda kota, Pemerintah Kota Padang Panjang bersama unsur Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menetapkan arah kebijakan masa pemulihan, Ahad (30/11/2025) malam di Posko Komando Markas Koramil 01/PP.
Rapat ini membahas pengaturan kembali posko pengungsian, aktivitas sekolah, percepatan pencarian korban, serta pembersihan material longsor.
Rapat dipimpin Wali Kota, Hendri Arnis, didampingi Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang Sonny, serta dihadiri unsur Forkopimda, BMKG, Basarnas, dan seluruh instansi teknis terkait.
Perwakilan BMKG dalam paparannya menyampaikan, cuaca secara umum mulai membaik, namun dalam sepekan ke depan Sumatera Barat masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas bervariasi.
Sementara itu, Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan, warga yang ingin kembali ke rumah sudah diperbolehkan mulai Senin pagi setelah sarapan, bukan malam ini, demi memastikan keselamatan.
Dari Basarnas dilaporkan, penyisiran korban hilang telah dilakukan sejak pagi, namun debit air yang masih tinggi membuat beberapa titik rawan sulit dijangkau.
Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menambahkan, jalur menuju Lembah Anai tetap ditutup dan perlu diberi plank pemberitahuan.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak HKI memperkirakan penyambungan jalan bisa selesai dalam satu bulan, sementara pembangunan jalan layang membutuhkan waktu lebih lama.
Usai mendengar seluruh laporan, Wako Hendri menetapkan, mulai besok Padang Panjang memasuki masa pemulihan. Sektor pendidikan kembali dibuka, pembersihan material dilanjutkan, dan warga dipersilakan pulang ke rumah masing-masing dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Editor : Marjeni Rokcalva






