“Kami ingin Unand dapat mendukung penuh prestasi atlet-atlet Sumatera Barat. Genta adalah contoh nyata bahwa potensi besar itu ada, tinggal bagaimana kita bersama menjaga dan mendorongnya,” kata Hamdanus, penuh keyakinan.
Pihak Universitas Andalas pun merespons dengan hangat. Kepala Subdit Pengembangan Kreativitas Kemahasiswaan, Dr. Eng. Budi Rahmadya, M.Eng., menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka dan hati yang sama hangatnya. Tanpa banyak basa-basi, ia menegaskan bahwa kampus akan hadir untuk mempermudah langkah para mahasiswa berprestasi, termasuk Genta.
“Kami sangat menyambut baik keinginan Ketua KONI Sumbar. Untuk Genta, silakan terus berkomunikasi aktif dengan kami. Kita ingin memastikan bahwa apa yang kamu butuhkan sebagai atlet bisa kita fasilitasi,” ujar Budi sambil menepuk bahu Genta, seolah memberi dorongan moral tambahan.
Momen kecil ini, pertemuan yang sederhana di sebuah sore yang biasa, justru menjadi pengingat betapa pentingnya jembatan antara dunia akademik dan dunia olahraga. Bahwa mahasiswa atlet bukan hanya mahasiswa dengan jadwal berbeda—mereka adalah aset daerah, aset bangsa.
Editor : Marjeni Rokcalva






