Lebih lanjut Wawako mengatakan, Pemerintah daerah Kota Bukittinggi, terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas kreatif seperti BCN. Karena, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ruang budaya, seni dan teknologi yang ramah terhadap talenta lokal. Dalam konteks ini, BCN menjadi pionir sekaligus penggerak utama ekosistem kreatif Bukittinggi, jelasnya
Selain itu, Wawako juga berharap agar kegiatan ini nantinya, tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi mampu berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai sektor pendidikan, ekonomi, teknologi dan budaya. Sehingga hal ini dapat memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota kreatif yang istimewa.
“Dukungan dari pemerintah bukan hanya berupa apresiasi moral, tetapi juga melalui fasilitasi, promosi, dan penyediaan ruang bagi komunitas untuk berkembang. Mari kita bangun Bukittinggi sebagai rumah besar bagi kreativitas ,” pungkasnya.
Diantaranya, menjaring hubungan kolaborasi pada 17 sub sektor creative kota Bukittinggi.
Editor : Medio Agusta






