IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BREAKING NEWS: Putra Minang Sejarawan Indonesia Prof. Dr. Mestika Zed, Telah Berpulang

Sejarawan Prof. Dr. Mestika Zed, MA
Sejarawan Prof. Dr. Mestika Zed, MA
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Innalillahi wa innna illaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti dunia sejarah Indonesia dan Universitas Negeri Padang (UNP) atas meninggalnya Guru besar Sejarah UNP, Prof. Dr. Mestika Zed, M.A. Doktor sejarah lulusan Vrije Universiteit, Belanda ini, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB di RSUP dr. M. Djamil Padang, Minggu, 1 September 2019.

Lelaki lahir di Batu Hampar, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 19 September 1955; meninggal menjelang ulang tahunnya ke 64. Ia merupakan salah seorang ahli sejarah Indonesia. Selain menjadi guru besar sejarah di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas, dia juga aktif menulis buku serta sebagai kolumnis.

Prof. Dr. Ermanto, M.Hum, Dekan FBS UNP, kepada BERITAMINANG.com, menyebutkan, ia dan UNP merasa kehilangan sekali atas kepergian almarhum.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kami keluarga besar UNP turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian Prof Mestika Zed kepangkuan Illahi. Selamat jalan, Semoga amal baik beliau melampangkan perjalannya menuju Syorga Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, Aaamiin," kata Prof. Ermanto.

Perjalanan Karier Keilmuan

Mestika memperoleh gelar kesarjanaan di Jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada pada tahun 1980. Kemudian dia melanjutkan ke Vrije Universiteit, Amsterdam dan meraih gelar MA pada tahun 1983. Setahun kemudian dia mengikuti program penyetaraan S2 di Jurusan Sejarah Universitas Indonesia. Pada tahun 1991 dia mendapatkan gelar Ph.D dalam bidang sejarah di Vrije Universiteit.

Mestika Zed merupakan sedikit dari sejarawan Indonesia yang saat ini giat meluruskan dan mengoreksi sejarah bangsa. Terutama terkait dengan peran tanah kelahirannya, Sumatra, yang selama ini selalu dipinggirkan dalam buku-buku sejarah nasional. Dia aktif meluruskan sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, dan sejarah Giyugun Sumatra, tiga peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang berpusat di Bukittinggi dan Padang (Sumatra Barat), yang selama ini diabaikan dan bahkan mendapat tempat tak terhormat dalam sejarah Indonesia.

Selain melalui media dan pengajaran, peran pelurusan sejarah Indonesia tersebut dia lakukan dengan menulis berbagai buku. Beberapa karyanya antara lain, Somewhere in the Jungle: Pemerintah Darurat Republik Indonesia, Pustaka Utama Grafiti, 1997. Sumatra Barat di Panggung Sejarah, 1945-1998, Pustaka Sinar Harapan, 1998, Ahmad Husein: Perlawanan Seorang Pejuang, Pustaka Sinar Harapan, 2001. Kepialangan Politik dan Revolusi, Palembang 1900-1950, LP3ES, 2003, Giyugun: Cikal-bakal Tentara Nasional di Sumatra, LP3ES, 2005 dan Metode Penelitian Kepustakaan, Yayasan Obor Indonesia, 2008.

(MR/berbagai sumber)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH