Selain itu, Nofiar Arif menyampaikan terkait tersendatnya bantuan dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang mempengaruhi untuk sarana dan prasarana atlet latihan secara intensif, seperti tempat latihan, meja dan perlengkapannya yang kini masih terkendala.
Maka dari itu mengharapkan adanya bantuan dana dari dana perubahan untuk biaya latihan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat dan juga mengadakan acara event-event pertandingan tenis meja di Kota Bukittinggi.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Diakuinya, dari sebanyak 30 atlet yang mengikuti latihan banyak yang mundur dikarenakan tidak dapat membayar iuran untuk pelatih, jadi kini hanya tinggal 6 orang saja yang masih mengikuti latihan tenis meja, pungkasnya.( yus)
Editor : Medio Agusta







