Sementara itu, dr. Yenni Asril, penanggung jawab Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kebun Sikolos, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan penyakit kronis.
"Terapi musik bisa menjadi pelengkap yang baik selain pengobatan medis konvensional,” katanya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang peserta, Sari (52) mengaku merasa lebih rileks setelah mengikuti sesi terapi musik. “Saya penderita hipertensi, dan selama ini sering merasa cemas. Setelah mendengarkan musik yang diputar, saya merasa lebih tenang dan lega,” ujarnya.
Dengan demikian, inisiatif Akper Nabila dan Puskesmas Kebun Sikolos ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga membuka jalan bagi integrasi terapi musik dalam sistem kesehatan masyarakat secara lebih luas. (Cigus/Lex)
Editor : Marjeni Rokcalva






