PADANG - Tim Plang Merah Indonesia Sumbar, Minggu malam (16/2/2020) memberangkatkan personil dan sekaligus bantuan ke Nagari Muaro Sungai Lolo Pasaman yang terkenan banjir bandang (galodo), Sabtu (15/2/2020). Personil yang diberangkatkan sebanyak 6 personil dengan dua armada.
Informasi yang dikumpulkan menyebutkan, PMI Sumbar membawa stok berupa bantuan untuk korban banjir bandang di Nagari Muaro Sungai Lolo Kec. Mapattunggul Selatan , berupa: hygen kit 20 paket, baskom 20 pcs, terpal 20 pcs, baju baru 40 pcs, kain sarung 180 pcs, handuk 1 koli, celana dalam wanita 100 pcs, piring pelastik 200 pcs dan gelas pelastik 200 pcs.
Sebagaimana diketahui, daerah terjauh Kabupaten Pasaman, Nagari Muaro Sungai Lolo, kembali dihantam gelombang banjir dan galodo dahsyat, Sabtu (15/2/2020) sore, ba"da Ashar. Dilaporkan sedikitnya lima orang warga menjadi korban, sejumlah fasilitas umum, rumah-rumah warga rusak dan hancur, serta lahan pertanian masyarakat luluhlantak diterjang galodo.
Info yang berhasil diterima Sabtu malam, dua korban diantaranya meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya ditemukan sudah dalam kondisi krisis akibat luka parah yang dideritanya. Sedangkan dua orang lagi belum ditemukan hingga berita ini ditulis.
"Infornasi saat ini masih simpang siur, sementara sarana komunikasi dilokasi bencana sangat tidak mendukung," ujar Kapolsek Mapattunggul, Iptu Markis, menjawab melalui telepon selularnya.
Galodo Hantam Nagari Muaro Sungai Lolo Pasaman, Dua Orang Dilaporkan Tewas
Update Galoda Sungai Lolo Pasaman, Akses Jalan Terputus Warga Menginap di SD
Akbat curah hujan tinggi sejak Sabtu pagi hingga sore, telah mengakibatkan terjadi bencana alam galodo dan tanah longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.
Data yang dilansir aparat nagari dan kejorongan setempat, sejumlah kawasan porak poranda 'dihondoh' galodo, termasuk sarana transportasi terputus ke daerah di pinggang bukitbarisan itu.
Editor :






