"Jika uji coba gagal, kita akan kaji bersama tim dan akam diberikan SP ketiga, dan setelah adanya kajian bersama tim nantinya terhadap kemungkinan apakah pekerjaan masih dapat diselesaikan atau dapat diputuskan kontrak sesuai surat perjanjian, tergantung kondisinya nantinya meningat masa berlaku kotrak masih ada, dan kita akan lihat bagaimana kemungkinan kedepannya," sebut dia.
Sementara Fardiman Konsultan Pengawas PT Afiza Billimko Konsultan, mengakui, pengerjaan proyek oleh Kontraktor Pelaksana PT Suci Esa Lestari lambat sehingga progres pekerjaan sampai bulan September ini baru 37 persen atau minus dari rencana kerja 65 persen.
" Kita sudah tiga kali melakukan SCM. Dan rekanan diberi waktu pada bulan Oktober ini dapat menyelesaikan progres 26 persen, jika ditotal dengan progres sebelumnya jadi 60 persen lebih " kata Fardiman.
Namun Fardiman tidak bisa memastikan progres 26 persen yang ditarget di bulan Oktober itu tercapai kalau masalah internal perusahaan (keuangan-red) tidak selesai.
" Saat ini kita masih bekerja, tapi agak lambat karena masalah internal perusahaan " sebut Fardiman.
Menanggapi beredarnya informasi mengenai adanya penggunaan material Sirtu ( Pasir, Kerikil dan Batu ) yang ada dilokasi pekerjaan, sementara dalam RAB material tersebut di beli, didatangkan dari luar lokasi proyek, Fardiman menyebutkan, tidak semua material dibeli dari luar. " Sesekali kita pakai juga pasir setempat " katanya.
Ironisnya ketika diamati beton siklop yang tengah dalam proses pengerjaan itu terlihat diameter batu yang dimasukan tidak beraturan kebanyakan batu besar, bahkan bongkahan besar semen bekas beton Cekdam yang lama juga dimasukan kedalam lokasi pekerjaan.
Hal lain yang tidak kalah ironisnya, material besi yang telah dikarang terlihat sudah berkarat dilokasi pekerjaan akibat begitu lama besi dibiarkan tidak diselimuti beton. Material lainnya seperti beton tiang pancang yang belum terpasang terlihat tersusun dalam kondisi bagian ujung sudah rusak.
Diketahui, proyek tersebut dialokasikan anggaran untuk proses tender sebesar Rp 19.685.859.000. dalam proses lelang, PT Suci Esalestari menjadi penawar kedua terendah dengan nilai tawaran Rp 15.748.687.200 atau turun sebesar 20 persen dari HPS, dan ditetapkan sebagai pemenang lelang.(SS)
Editor : Marjeni Rokcalva






