BUKITTINGGI - Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan launching Gerakan Pangan Murah(GPM) untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga, serta pengendalian inflasi pangan.
Pada kegiatan melounching GPM, Pemerintahan Kota Bukittinggi, juga menyalurkan Bantuan Beras CPP tahap 3 untuk 4.466 KK di Balairung rumah dinas Wako, Senin (26/06).
Pada kesempatan itu, Walikota Bukittinggi, Erman Safar, mengatakan, kegiatan GPM ini merupakan salah satu upaya Pemko Bukittinggi untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan serta mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Jadi tujuannya, GPM adalah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga, serta pengendalian inflasi pangan, jelas Wako.
Sementara bantuan beras CPP ini, merupakan program pemerintah pusat, untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya beras, telur dan minyak, kepada 4466 KK, ujar Wako.
"Dengan dilaksanakannya acara launching gerakan pangan murah dan penyaluran cadangan pangan ini, kami harapkan keluarga penerima manfaat dan masyarakat Kota Bukittinggi merasakan kemudahan baik dari segi keterjangkauan fisik maupun ekonomi," ungkap Wako.
Wako menargetkan kegiatan pasar murah ini, akan dilaksanakan setiap bulan. Karena, harga yang ditawarkan cukup murah dibanding harga pasaran, pungkas Wako.
Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Abdul Halim, menyampaikan, dalam rangka pengendalian harga pangan menjelang Idul Adha, badan pangan nasional mengadakan Launching Gerakan pangan murah (GPM) serentak secara nasional.
GPM Kota Bukittinggi ini bersinergi bersama BULOG, PPI, TTIC, BI dan Kelompok tani yang tergabung dalam KTNA.
Editor : Berita Minang






