SUDAH menjadi keinginan sejak kuliah, Jimmy Fernandhes akhirnya mewujudkan mimpinya membuka praktek massage (pijat) yang berlisensi. Layanan ini diberinya nama Praktek Jyuqi.
Semula ia mempelajari pijat sewaktu kuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) Jurusan Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga. Di sini ia mendalami ilmu massage kepada dosen dan teman-teman yang sudah punya lisensi untuk sport massage.
Diceritakan Jimmy, ia tertarik dengan massage ini karena bisa mengobati cedera, kebugaran seseorang dan lainnya.
"Sebenarnya sejak kuliah saya memang ingin membuka praktek massage. Hanya saja kalau massage kebugaran, bisa saja dilakukan. Namun untuk cedera, kita harus punya lisensi agar masyarakat tidak ragu," ceritanya kepada Kominfo.
Mendalami pijat cedera ini, Jimmy juga sudah mengantongi sertifikat dari Perkumpulan Terapis Massage Indonesia (PTMI) saat mengikuti Sport Massage dan Reposisi Cedera Level I Nasional pada Februari lalu.
"Awalnya saya hanya melakukan massage pada keluarga dan teman-teman dekat. Kemudian banyak yang meminta saya buka layanan massage ini. Karena setiap orang ada mengalami cedera dan pegal-pegal usai olahraga ataupun bekerja," katanya.
Selain itu, jelasnya, manfaat dari massage ini cukup banyak. Di antaranya massage kebugaran, untuk melancarkan peredaran darah, merilekskan badan. Apalagi buat orang yang pulang dari perjalanan jauh, maupun yang kerjaannya super padat.
"Massage cedera untuk memgembalikan kondisi tubuh yang terkena cedera atau terkilir saat olahraga atau jatuh. Sport massage untuk mempersiapkan tubuh atlet sebelum bertanding dan sesudah bertanding. Keuntungan dari massage ini, badan kembali fit dan bugar serta siap beraktivitas seperti biasa," sebutnya.
Jimmy menyampaikan, layanan massage ini tidak perlu langsung ke tempatnya. Juga bisa secara door to door dengan menghubungi via WhatsApp atau telepon ke nomor 082388126631.
Editor : Berita Minang






