IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Turun ke Sawah, Masyarakat Adat Pasir Talang Solsel Lakukan Tradisi Mambantai Kabau Nan Gadang

Wakil Bupati Solsel, Ir. H. Yulian Efi Dt. Rangkayo Basa bersama pemangku adat dari Panai Tigo Ibu saat akan menaiki Ustano Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Raja Alam Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Minggu (16/10/2022).
Wakil Bupati Solsel, Ir. H. Yulian Efi Dt. Rangkayo Basa bersama pemangku adat dari Panai Tigo Ibu saat akan menaiki Ustano Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Raja Alam Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Minggu (16/10/2022).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

" Kegiatan ini sangat baik dan mengandung unsur-unsur kekompakan, kerjasama, kebersamaan dan kalaborasi yang perlu terus dibangun oleh masyarakat adat," katanya

Syaifullah Khatib Sinaro juga mengajak pelaku adat dan Pemerintah Daerah untuk dapat menginventarisir tatanan adat dan budaya daerah untuk selanjutnya disampaikan pada Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Kebudayaan agar dapat tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia," pintanya.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-tradisi-turun-ke-sawah-mambatai-kabau-nan-gadang-di-solsel_foto5_161022084532.jpeg

Anggota DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah, Kadis Kebudayaan Sumbar Syaifullah Khatib Sinaro bersama Afrizal Amir Wk. Dt. Rangkayo Majolelo saat makan Bajamba di Majid Alam Surambi Sungai Pagu, prosesi tradisi budaya jelang turun kesawah, Minggu (16/10/2022).

Terakhir sebelum pembacaan doa oleh khatib. Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan, drh. Nurhayati membacakan Plakat Turun Kesawah di kawasan Kerapatan Adat Nagari Pasir Kecamatan Sungai Pagu Tahun 2022.

Pelaksanaan mambantai kabau nan gadang di Alam Surambi Sungai Pagu suatu tradisi turun temurun Adat Lamo Pusako Usang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dimana setiap akan turun ke sawah masyarakat di Alam Surambi Sungai Pagu melakukan kegiatan berdoa bersama yang dihadiri Bano Ka Ampek Suku. Sebagai bentuk kebersamaan semua pemangku adat bermusyawarah bersama untuk bisa membeli kerbau besar untuk disembelih (mamabantai-red), kemudian makan Bajamba lanjutkan dengan berdoa kepada Allah untuk di jauhkan dari hama dan bala.

Kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal di Alam Surambi Sungai Pagu dan mengandung nilai nilai adat dan budaya yang harus dilestarikan supaya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

Maka para pamangku adat diharapkan untuk bersama sama menjaga dan melestarikan adat dan budaya tersebut, agar, indak lakang di pane, indak lapak di ujan. (ADV)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH