" Kegiatan ini sangat baik dan mengandung unsur-unsur kekompakan, kerjasama, kebersamaan dan kalaborasi yang perlu terus dibangun oleh masyarakat adat," katanya
Syaifullah Khatib Sinaro juga mengajak pelaku adat dan Pemerintah Daerah untuk dapat menginventarisir tatanan adat dan budaya daerah untuk selanjutnya disampaikan pada Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Kebudayaan agar dapat tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia," pintanya.

Terakhir sebelum pembacaan doa oleh khatib. Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan, drh. Nurhayati membacakan Plakat Turun Kesawah di kawasan Kerapatan Adat Nagari Pasir Kecamatan Sungai Pagu Tahun 2022.
Pelaksanaan mambantai kabau nan gadang di Alam Surambi Sungai Pagu suatu tradisi turun temurun Adat Lamo Pusako Usang.
Kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal di Alam Surambi Sungai Pagu dan mengandung nilai nilai adat dan budaya yang harus dilestarikan supaya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Maka para pamangku adat diharapkan untuk bersama sama menjaga dan melestarikan adat dan budaya tersebut, agar, indak lakang di pane, indak lapak di ujan. (ADV)
Editor : Berita Minang






