Sementara itu ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasir Talang, Armensis WK. Dt. Jono Katik menyampaikan apresiasinya pada penyelenggaraan kegiatan, dan mengajak semua pemangku adat di nagari tersebut untuk terus melakukan dukungan dan selalu menjadikan momen kegiatan tersebut sebagai bagian dari membangun dan pelestarian budaya serta tradisi tahunan membantai Kabau nan gadang dalam proses turun kasawah secara serentak.
Sekretaris Umum LKAAM Sumbar, Jasman Rizal Dt Bandaro Bendang juga mengapresiasi pelestarian budaya dan tradisi yang terus diselenggarakan oleh pemangku adat di lingkungan KAN Pasir Talang tersebut.

"Atas nama LKAAM Sumbar, kami mendorong dan mensuport pemangku adat di Solok Selatan umumnya di Alam Surambi Sungai Pagu khususnya, agar terus melestarikan budaya dan tradisi ini hingga generasi muda di daerah ini," jelasnya.
Bahkan pihaknya, berharap agar kegiatan Mambantai Kabau Nan Gadang, serta Makan Basamo jelang turun kesawah tidak hanya sebagai kegiatan serimonial, akan tetapi harus menjadi sebuah pembelajaran dalam pembangunan budaya dan tradisi di daerah ini," pungkasnya
Sedangkan Wakil Bupati Solok Selatan Ir. H. Yulian Efi Dt. Rangkayo Basa mengajak seluruh pemangku adat dan kaumnya agar dapat berkontribusi terus dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemda Solok Selatan.

Sementara itu, Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah Khatib Sinaro akan terus mendukung berbagai program pembangunan dan pelestarian adat budaya yang dilakukan oleh pemangku adat di Sumbar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh KAN Pasir Talang bersama seluruh elemen masyarakat nagari.
Bahkan pihaknya menilai kegiatan Mambantai Kabau Nan Gadang serta Makan Bajamba yang dilakukan di Pasir Talang itu sangat syarat dengan nilai-nilai historis, estetika, etika dan nilai-nilai kereligiusan. Hal tersebut perlu sangat dilestarikan dan diteruskan pada generasi muda di daerah ini," pintanya.
Editor : Berita Minang






