"Jadi, dalam kegiatan ini kita memberikan wawasan tentang bagaimana membangun dan meningkatkan sadar wisata dan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata," kata Anastasia,

Peserta Bimtek Sadar Wisata saat diterima Pengelola Desa Wisara di Kantor KAN Sungai Batang.
Pedomani Sapta PesonaRaseno Arya, yang tampil sebagai salah seorang pemateri menyebutka, mengelola kawasan wisata selalu berpedoman kepada Sapta Pesona. Dimana Sapta Pesona ini terdiri dari unsur-unsur Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan.
"Hendaknya setiap wisatawan yang datang ke lokasi wisata mendapatkan semua unsur di atas, terutama sekali mendapatkan kenangan berarti dan baik setelah berkunjung," kata Mantan Asisten Deputi Kementrian Pariwisata RI.
Ia juga menyebutkan pengalaman mengelola Tour de Singkarak selama ini, adalah dalam rangka mengenalkan dan memberikan kenangan kepada dunia internasional tentang kawasan wisata yang ada Provinsi Sumatera Barat.

Peserta Bimtek Sadar Wisata foto bersama di depan Kantor KAN Sungai Batang.
"Kita perkenalkan keindahan alam, dengan keaslian lokasi, kuliner, budaya, adat dan norma yang sudah ada," katanya.
Pemateri lain juga tampil yakni Ritno Kurniawan, pengelola Desa Wisata Salibutan Lubuk Alung atau yang lebih dikenal dengan Desa Nyarai terletak di kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia menceritakan perjalanan panjang nan berliku, bagaimana mengelola dan memasarkan kawasan wisata Air Terjun Nyarai yang merupakan salah satu air terjun setinggi 8 meter ini terletak di kawasan Hutan Gamaran Salibutan Lubuk Alung Cagar Alam Nasional Bukit Barisan.
Editor : Berita Minang






