Sedangkan Kadispora Sumbar, Dedy Diantolany mewakili Gubernur Sumbar yang membuka acara secara resmi, dalam sambutannya berharap akan ada 10 sampai 20 anggota DPRD seperti bapak Mario Syahjohan dalam mendukung berbagai kegiatan olahraga di Sumbar.
" Kejurda Pencak Silat sebagai sarana untuk pengemban prestasi dan tolak ukur untuk menilai perkembangan teknik-teknik pencak silat di Sumbar dapat dijadikan persiapan atlit pencak silat yang akan mengikuti berbagai ajang lomba Iven yang lebih tinggi nantinya," pinta Dedy.
Pihaknya juga berharap, kegiatan pencak silat sebagai olahraga budaya dan tradisi serta prioritas di Sumbar hendaknya dapat juga dikembangkan diseluruh wilayah Sumbar. Apalagi, pencak silat ini telah berkontribusi mengangkat nama Sumbar dan menymbangkan medali untuk daerah diberbagai ivent di tingkat nasional, " harapnya.
Kejurda ini juga diharapkan menjadi pola pembinaan pencak silat berkesinambungan. Apalagi dengan keterlibatan seluruh komponen pendukung yang diharapkan akan lahir atlit-atlit yang handal dan mampu meraih prestasi ditingkat Nasional maupun Internasional.
Kejurda ke-2 Pencak Silat yang dilaksanakan di GOR Energy Supreme di Pekonina tersebut turut dihadiri juga oleh Bupati Solsel diwakili Sekdis Dikpora, Asniati, Ketua KONI Solsel, Rengga Husada, pihak PT. Supreme Energy Bujang Joan serta pada tuo-tui silek lainnya. (AA).
Editor :






