IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kepala BNPB Ajak Masyarakat Sumbar Jangan Rusak Hutan dan Lahan

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo sedang berdialog serius bersama Gubernur Irwan Prayitno, Wagub Nasrul Abit dan Bupati Solsel Muzni Zakaria. Mst
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo sedang berdialog serius bersama Gubernur Irwan Prayitno, Wagub Nasrul Abit dan Bupati Solsel Muzni Zakaria. Mst
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Banjir maupun banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Solok Selatan ( Solsel), Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Begitu penting dan serius untuk menjaga alam, BNPB menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Sumbar.

Sebelum Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memberikan arahan, tim BNPB memutar video memperlihatkan bagaimana kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Solsel, Dharmasraya dan Sijunjung.

Dalam video yang diputar saat rapat koordinasi Membangun Kesadaran Masyarakat Secara Kolektif dalam Pengurangan Resiko Banjir, Banjir Bandang, dan Longsor di Sumbar, berlangsung terlihat bagaimana kerusakan lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) maupun di areal hutan lindung akibat aktivitas penambangan.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, Sumbar memiliki kearifan lokal dalam menghadapi beberapa persoalan termasuk masalah lingkungan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
BNPB mengajak seluruh pemangku kepentingan yang ada di Sumbar dengan pola pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat yaitu tigo tungku sajarangan, Alim ulama, cadiak pandai dan Ninik Mamak.

"Kenapa ini penting, karena ini bisa mengingatkan seluruh lapisan agar berupa melakukan upaya pencegahan pencegahan. Jangan menembang pohon, jangan menambang mineral emas dengan cara cara bahan kimia dengan mercuri karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat kalau kita memakan makanan yang sudah tercemar," kata Doni usai rapat koordinasi Membangun Kesadaran Masyarakat Secara Kolektif dalam Pengurangan Resiko Banjir, Banjir Bandang, dan Longsor di Sumbar di Padang, Senin (23/12/2019).

Menurut Doni, cara cara demikian bukan karakter orang Minang yang terkenal berdagang dan bukan sebagai penambang.

Doni menjelaskan, banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat skah satunya akibat kerusakan ekosistem dan perilaku.

Untuk mengurangi dampak korban akibat bencana alam seperti banjir maupun banjir bandang dan longsor memberikan pemahaman kepada seluruh komponen masyarakat bahwa menjaga eksistensi alam penting. Maka dari itu harus dihindari merusak ekosistem alam.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH