"Banjir bandang datang begitu tiba-tiba pada pukul 22.00 WIB. Banjir disertai galodo malam itu, turut membawa material lumpur, batu-batuan besar, dan potongan kayu besar bekas tebangan ke pesantren maupun rumah warga," terang Madri.
Banjir bandang itu kata dia juga sempat meluap ke badan jalan nasional Medan-Padang daerah Petok, Kecamatan Panti, sehingga mengakibatkan akses transportasi di jalur intas sumatera itu sempat terputus.
Juga diceritakan Madri, akibat peristiwa banjir bandang kemarin, seluruh santri di Pondok Pesantren ini terpaksa diliburkan untuk sementara waktu hingga kondisi disini pulih.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Banjir bandang kemarin menghantam pondok-pondok santri hingga dipenuhi material lumpur dan potongan kayu bekas tebangan. Beruntung saat kejadian para santri langsung berhamburan menyelamatkan diri keluar dan menghindari galodo yang datang. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujarnya menyudahi. BDH
Editor :







