Dikatakan Sutan Riska, alasan Dharmasraya diundang, karena dalam naskah tertua itu ada pernyatan yang menyebut Dharmasraya dan itu tulisan yang disebut dengan tulisan Incung, yaitu tulisan melayu tertua.
"Ini adalah kebudayaan yang harus terus dipertahankan dan cara mewujudkan masyarakat saat ini untuk tahu sejarah pada masa lalunya," ungkapnya.
Baca juga: Sanggar Kilau Aksara dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumbar Ajak Gen Z Menulis Cerita Rakyat Minang
Sementara itu, untuk mengetahui kaitan lain Dharmasraya dengan petinggi Depati, menurut Sutan Riska, harus menelusuri lebih dalam apa yang ada dalam Undang-undang Tanjung Tanah tersebut.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Ini pertemuan pertama, InsyaAllah akan ada lagi pertemuan. Kita belum melihat secara mendalam, tapi kita lihat keterkaitannya dengan Dharmasraya dan lainnya. Ini menjadi motivasi untuk menggali potensi budaya yang ada di Tanjung Tanah, terutama anak muda," katanya. (Eko/Je)
Editor :







