Padang Aro, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama pegawai Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Solsel mengikuti Shalad Idul Fitri 1443 di aula Rutan setempat, Senin (2/5)2022).
Sementara itu bertindak sebagai Khotib Shalad Hari Raya idul Fitri tersebut, Satria Adi. MA. Hadir juga Kepala Rutan Muara Labuh, Sarwono, Kasubsi Pelayanan Tahanan Ruzdynal, dan Kepala Pengamanan Rutan.(KPR), Frizta Wilza
Pesan dalam tausiahnya, Satria Adi mengatakan bahwa semua orang boleh melaksanakan lebaran, dan tidak ada yang melarang untuk berlebaran.
Akan tetapi yang membedakan adalah nikmat yang dirasakan oleh orang betul-betul melaksanakan ibadah puasa dengan penuh dan secara baik dengan orang yang hanya melewati bulan penuh berkah tersebut tampah menunaikan berbagai ibadah Rahmadan.
" Hendaknya momen Idul Fitri ini akan dapat dilanjutkan dengan terus meningkatkan ketaatan pada Allah SWT, apalagi kita sudah ditempa berbagai ibadah selama satu bulan," jelasnya.
Bahkan, para WBP diminta untuk mengambil hikmah dari beberapa persoalan yang sedang dihadapi. Diharapkan, akan banyak perubahan kearah yang lebih baik lagi. Sehingga berkah kehidupan tersebut dapat dinikmati. Makanya, tidak seharusnya di hari Idul Fitri ini ada yang sedih," harapnya.
Satria Adi yang juga Kepala SMP Negri 5 Solsel tersebut, dikesempatan itu juga menjelaskan tentang kepedulian dari umat Islam, serta mengisahkan kepedulian Nabi Muhammad SAW pada anak yatim. Serta mengingatkan jemaah shalad id, " bahwa dunia ini hanya kehidupan sementara yang penuh dengan kenikmatan serta berbagai persoalan.
Sementara itu, Kepala Rutan Sarwono dikesempatan itu, mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, dan mohon maaf pada semua WBP. Sedangkan permohonan maaf dari para WBP sudah lebih duluan beliu maafkan.
Kepada WBP, Sarwono juga menginformasikan tentang adanya pemberian remisi khusus pada 11 orang dari jumlah WBP Rutan sebanyak 60 orang.
Editor :






