LIMA PULUH KOTA - Lagi-lagi, Kabupaten Limapuluh Kota kembali menoreh keberhasilan pada bidang pariwisata secara nasional. Setelah sukses 2 wisata handalan yakni Kampung Sarugo di Koto Tinggi sebagai Kampung Adat Terpopuler dan Bakajang di Gunuang Malintang sebagai Antraksi Budaya Terbaik pada Anugrah Pesona Indonesia (API) Award dua tahun berturut-turut.
Kini, salah satu objek wisata Limapuluh Kota yakni Kapalo Banda di Taram masuk sebagai 500 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Masuknya objek wisata Kapalo Banda sebagai salah satu dari 500 objek wisata unggulan secara nasional pada ADWI itu, merupakan hal yang luar biasa. Karena, dari ribuan desa wisata yang ada di Indonesia, Limapuluh Kota lolos salah satunya.
Terkait itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra mengapresiasi wisata Kapalo Banda tersebut. "Alhamdulillah, ini berkat kerja keras bersama sehingga Kapalo Banda berhasil lolos sebagai 500 besar ADWI tahun ini. Ini patut diapresiasi," ujar Deni Asra pada Kamis (21/4) malam.
Kata Deni, Kapalo Banda merupakan satu-satunya desa wisata di Kabupaten Limapuluh Kota yang lolos untuk tahap seleksi selanjutnya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.
Di Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra juga dikenal sebagai pejabat publik yang peduli serta memiliki perhatian tinggi terhadap pengembangan desa wisata menjadi desa kreatif. Banyak aspirasi Ketua DPRD tersebut digunakan untuk penataan serta pengembangan kawasan wisata sebagai desa kreatif yang tersebar di 13 kecamatan.
Apalagi sebagai Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Sumbar, keberadaan kawasan wisata menjadi perhatian khusus Deni Asra. "Secara kelembagaan di DPRD dan organisasi pada ADKI, wisata ini jadi perhatian khusus. Insya Allah, kami pun support terus dan mendukung pemerintah daerah terhadap pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Limapuluh Kota, baik secara anggaran dan secara kebijakan," ujarnyanya lagi. (Do)
Editor :






