PAYAKUMBUH - Wali Kota Payakumbuh dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten III Amriul Datuak Karayiang mengatakan bahwa kewenangan dan tugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tidak hanya terbatas pada masalah pengendalian penduduk semata, tetapi lebih pada pembangunan keluarga dan kesejahteraan keluarga menuju keluarga yang berkualitas.
Hal itu disampaikannya saat pembukaan Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) pada setiap kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh yang bertempat di Aula Ampangan Balai Kota Payakumbuh, Kamis(21/4).
Sebagaimana diketahui bersama, Kota Payakumbuh sudah membentuk Kampung KB mulai dari tahun 2016 lalu dan sudah terbentuk sebanyak 6 kampung KB yang ada di setiap Kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh dan tujuan dari FGD hari ini untuk membicarakan dan mendiskusikan tentang kelanjutan dari program Kampung KB selanjutnya.
"Mau dibawa kemana dan mau diapakan kampung KB kita ini, dan juga bagaimana cara kita supaya dapat membentuk kampung KB di setiap kelurahan yang belum ada kampung KB nya," kata Amriul
Ditambahkan Amriul, program Kampung KB sangat relevan dengan visi Kota Payakumbuh yaitu, Payakumbuh Maju, Sejahtera dan Bermartabat demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik.
Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sumbar, diwakili Koordinator Bidang pengendalian Penduduk Drs. Desta mengatakan, Kampung KB menjadi program inovatif yang strategis dalam melaksanakan program KKBPK secara paripurna di lapangan. Pasalnya, Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat.
"Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat desa/kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis," terangnya.
Selain itu, manfaat Kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat.
"Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan," sebutnya.
Editor :






