Di akhir sambutannya, Riza berharap setelah pandemi Covid-19 dan Kota Payakumbuh tetap zona hijau, ekonomi bisa berkembang dengan cepat, pengusaha lokal bisa berekspansi. Pemko sudah siapkan pondasinya, tinggal pengusaha mengambil kesempatan.
"Saya titip pesan, gunakan GOR ini sebaik-baiknya, dirawat seperti merawat kantor wali kota. Jangan biarkan tempat olahraga jorok, apalagi toiletnya. Untuk nama gedung ini, masih kita musyawarahkan mana yang bagus dan ada nilai filosofisnya," kata Riza.
Kadisparpora Desmon Corina diwakili Kabid Pemuda dan Olahraga Delni Putra menerangkan awalnya GOR Type B ini dibangun dari daerah penerima DAK untuk pembangunan GOR Tipe B dari Kemenpora RI. Hanya sebanyak 40 kabupaten kota di seluruh Indonesia, dan Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya daerah di Sumbar yang mendapatkan dana tersebut.
Dengan luas bangunan lebih kurang 2000m (42x49), GOR ini bisa memfasilitasi 4 lapangan bulutangkis, 1 lapangan bola basket, 2 lapangan bola voli, 4 lapangan sepak takraw, dan 1 tenis lapangan. Khusus untuk lapangan futsal di GOR Tipe B tidak digunakan untuk tingkat nasional, hanya untuk tingkat lokal seperti tingkat provinsi dan kota.
Dijelaskannya, jumlah arena olahraga untuk GOR tipe B itu sudah sesuai dengan Permenpora Nomor 8 Tahun 2018 yang menjelaskan bahwa setiap GOR tipe B harus dapat memuat lima cabang olahraga untuk tingkat nasional serta enam cabang untuk tingkat lokal, seperti provinsi dan kabupaten kota.
"Kota Payakumbuh dipastikan bisa menjadi tuan rumah dalam menggelar berbagai iven olahraga berskala nasional," kata Desmon.
"Saat ini umur saya 66 tahun, tidak menyangka ada jalan beraslpal rancak di tepi Batang Agam, sudah pasti bermanfaat bagi kita bersama-sama," kata Dt. Asa.
Ditambahkannya, apalagi Wali Kota Riza Falepi juga membuat arena bermain, sport center atau gedung olahraga, lapangan sepak bola, hingga water treatment processing. Masyarakat Tanjung Pauh dan Koto Nan Ampek juga yang akan menikmatinya dengan lebih dekat dibanding masyarakat lain.
"3 tahun yang lalu, di tepian batang agam ini kita jumpai hanya orang memancing ikan bawuang," ungkapnya.
Editor :






