Muara Labuh - Berada dibalik terali besi tahanan bagi Warga Binaan Permasyarakat (WBP) Muara Labuh, Solsel tidak hanya menjalani masa tahanan, akan tetapi juga melaksanakan kegiatan keagamaan.
Seperti yang sudah menjadi kegiatan rutin bagian Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Muara Labuh pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat setiap WBP wajib mengikuti kegiatan keagamaan, mulai dari kegiatan membaca ayat suci Al Quran, prakek shalad, praktek penyelenggaraan jenazah, doa dan terakhir mengikuti ceramah agama.
" Kita beri penguatan ilmu keagamaan bagi WBP itu, dengan memamfaatkan pegawai dan berbagai pihak lain dalam rangka membangun kepercayaan diri dan sekaligus penguatan ibadah mereka, " kata Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Muara Labuh, Ruzdynal.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilakukan antara lain, setiap hari Selasa dan Kamis para WBP mengikuti kegiatan praktek shalad. Sedangkan setiap Jumat dilaksanakan kegiatan ceramah agama dengan menghadirkan penceramah dari luar.
Selain itu, WBP Rutan Muara Labuh yang saat ini berjumlah 75 orang, dua diantaranya perempuan, juga akan dibekali dengan prakek kegiatan shalad wajib serta praktek penyelenggaraan shalad jenazah dan praktek berdoa, dibawah binaan dan pengawasan pegawai Rutan, Zamzami.
Ditempat terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Sarwono mengatakan, pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut diharapkan dapat di ikuti dengan baik. Sehingga selalu umat muslim, para WBP, bisa melaksanakan kewajiban shalad lima waktu sehari semalam.
Selain itu, kegiatan ini hendak jadi motivasi bagi WBP untuk mejalani kehidupan lebih baik lagi selesai menjalani masa tahanan. Diharapkan, WBP sekeluar dari tahanan ini, akan lebih baik dalam menjalani kehidupan ditengah-tengah masyarakat.
Artinya, mereka akan terhindar dari perbuatan yang merugikan, apalagi sampai mendiami rumah tahanan ini, " harap Sarwono.
Selain itu, para WBP itu nanti juga sudah bisa menyelamatkan keluarga mereka, baik untuk menjadi imam shalad bagi keluarga, maupun untuk penyelenggaraan jenazah, mulai dari cara memandikan, mengafani hingga menyaladkan jenazah. Bahkan untuk berdoa juga nantinya para WBP diharapkan akan dapat melaksanakannya, " demikian Sarwono. AA
Editor : Berita Minang






