PAINAN - Nenek Marnis,70 th warga Kampung Gantiang Nagari Kapeh Panji Jaya Talaok Kecamatan Bayang, tak pernah menduga kalau sore itu Jumat (6/12) rumahnya akan dikunjungi Bupati Hendrajoni.
Sebab, saat itu hujan sangat deras mengguyur perkampungan mereka. Dalam kondisi cuaca demikian orang pasti pada malas keluar rumah. Apalagi seorang bupati yang akan datang mengunjungi rumahnya. Agak sulit dipercaya.
"Ondeeh pak bupati, basah basah Apak ma. Masuaklah pak," sapa Marnis begitu Camat Bayang Ilham Rahmadsyah Putra, memberitahu bahwa yang datang bersamanya adalah Bupati Hendrajoni.
Lalu, Marnis membangunkan tiga orang anaknya tidur tergolek di ruang tamu. Memang ruang tamu rumahnya sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur bagi anaknya yang lumpuh sejak puluhan tahun lalu.
Dalam kesempatan itu, Marnis, menceritakan pada bupati bahwa dirinya memiliki delapan orang anak, dua orang diantaranya perempuan dan enam laki laki.
Menurutnya, anak tertuanya Jasril 50 tahun sudah lumpuh sejak berumur enam tahun, sedang anak keduanya Idul 48 tahun menderita penyakit yang sama pada usia lima tahun, terakhir Toni 38th anak keenam lumpuh di usia empat tahun.
Dengan demikian sudah 34 tahun lamanya Marnis bersama suaminya Pendek merawat tiga orang buah hatinya yang lumpuh.
Selain harus mengurus anaknya, dirinya juga harus bekerja mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan sehari hari.
Tapi, lelah membanting tulang, tak sebanding dengan luka batinnya ketika melihat ketiga anaknya merangkak bak bayi setiap hari.
Editor :






