"Tadi sudah kita cek di posko pengungsi. Penanganan sudah cukup bagus," jelasnya
Menyinggung penyebab banjir bandang, ia mengatakan, longsor disebabkan karena tebing curam dan curah hujan besar ditambah kontur tanah yang labil.
Wagub menyebutkan, jika ada kerusakan lingkungan akibat pertambangan ilegal, pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan razia. "Kalau memang kewenangan provinsi kita lakukan razia, tim kita turunkan disini, akan kita tindak." tegasnya.
Senada, Bupati Solsel menyebutkan, pemerintah daerah ingin tidak ada lagi tambang ilegal di Solsel, "Kita ingin legal, masyarakat nyaman menambang dan lingkungan pasti terjaga," cetusnya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah juga telah meminta ke pemerintah pusat agar perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan agar izinnya diselesaikan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pihak pemprov dan pihak lainnya yang telah ikut serta membantu korban bencana banjir
Pengungsi Bertambah
Sementara itu, jumlah pengungsi akibat banjir bandang yang melanda Pakan Rabaa Timur, Kec. Koto Parik Gadang Diateh, Kab. Solok Selatan, pada Minggu malam 24/11 lalu, terus bertambah. Data yang didapatkan dari posko utama bencana per 27/11 pukul 18.00 malam, tercatat jumlah pengungsi meningkat menjadi 540 jiwa. Jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya yang berjumlah 330 jiwa.
Kondisi jumlah pengungsi yang semakin banyak, ditambah dengan adanya keberadaan 20-an orang balita, membuat kondisi semakin sesak dan perlu dicarikan solusi dengan menambah titik lokasi pengungsian
Editor :






