IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Forum Litbang Daerah Kota Padang, Bahas Tantangan dan Masalah Dunia Usaha

Asisten I Pemerintahan Sekretarian Daerah (Setda) Kota Padang Edi Hasymi mewakili Wali Kota Padang pada Forum Litbang Daerah di Hotel Pangeran Beach
Asisten I Pemerintahan Sekretarian Daerah (Setda) Kota Padang Edi Hasymi mewakili Wali Kota Padang pada Forum Litbang Daerah di Hotel Pangeran Beach
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG -- Berdasarkan data dan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Padang, Sektor Usaha Mikro Kecil/Industri Mikro Kecil (UKM/IKM) masih menghadapi banyak permasalahan dan tantangan. Antara lain tantangan itu adalah minimnya inovasi produk , belum memenuhi standarisasi , packaging dan keterbatasan jaringan pemasaran.

Hal itu diungkapkan Asisten I Pemerintahan Sekretarian Daerah (Setda) Kota Padang Edi Hasymi mewakili Wali Kota Padang pada Forum Litbang Daerah di Hotel Pangeran Beach, Selasa (26/11/2019).

Forum Litbang Daerah yang dilaksanakan BAPPEDA Kota Padang kali ini bertema "Meningkatkan Daya Saing Dunia Usaha dan Perekonomian Daerah Melalui Kerjasama Penelitian dan Inovasi dengan Perguruan Tinggi".

Menurut Edi Hasymi, sejalan dengan tema Forum Litbang tersebut, untuk menghadapi tantangan dan permasalahan yang dihadapi dapat disinergikan dengan semua stakeholder. Terutama dengan perguruan tinggi sebagai lembaga akademis perlu dilibatkan dalam bentuk kolaborasi dan sinergis.

"Kita perlu melibatkan perguruan tinggi, karena memiliki SDM intelektual dan sarana dan prasarana yang mumpuni untuk melakukan inovasi dan penelitian," kata Edi Hasymi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Lebih lanjut dia memaparkan, tiga sektor utama yang membentuk ekonomi Kota Padang yaitu perdagangan di kisaran 16,92 persen, industri pengolahan 14,12 persen, transportasi dan pergudangan 16,74 persen. Dari 16 sektor ekonomi kontribusi ketiga sektor ini mencapai 49 persen.

"Khusus di sektor industri dan perdagangan sebagian besar adalah skala UMKM, yaitu 95 persen. Usaha besar hanya 5 persen, " kata Edi dalam paparannya.

Dia menambahkan, sejalan dengan Revolusi 4.0 yang merupakan kolaborasi teknologi cyber dan teknologi otomatisasi, pilar utamanya ialah internet of things (IOT), big data, artificial intelelegence, komputasi awan (cloud computing) dan sistem integrasi.

"Dunia usaha perlu melakukan adaptasi dan terobosan. Biasanya dilakukan melalui riset dan pengembangan atau litbang melibatkan perguruan tinggi, " pungkasnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Forum Litbang Daerah ini, Kepala BAPPEDA Kota Padang Medi Iswandi menjelaskan latar belakang dan tujuannya. Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan dan tantangan perlu adaptasi dan inovasi dengan melibatkan perguruan tinggi karena selama ini inovasi dunia usaha belum optimal.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH