SIJUNJUNG - Sempat beredar sebuah video seorang sopir truk mendapatkan tindakan kekerasan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di kawasan Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Aksi kekerasan ini terjadi diduga lantaran sopir truk tidak terima mendapat pemalakan oleh preman.
Dari video yang beredar di media sosial (medsos) ini, tampak sang sopir truk mendapatkan beberapa kali tendangan. Beruntung, seorang prajurit Tentara Negara Indonesia (TNI) yang diduga merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) melerai aksi pengeroyokan itu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung AKP Abdul Kadir Jailani, S.I.K., membenarkan aksi kekerasan itu terjadi di kawasan Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang. Pihaknya juga telah menindaklanjuti, dan sedang melakukan penyelidikan.
"Kami menindaklanjuti video yang viral tersebut. Kami masih mencari identitas pelaku yang ada di dalam video," katanya sebagaimana dirilis tribratanews.sumbar.polri.go.id.
Dirinya mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui kronologi dan kapan pasti kejadian tersebut. Sebab, sang sopir truk belum memberikan keterangan dan membuat laporan.
"Kami akan menindaklanjuti video viral itu. Kami sedang melakukan penyelidikan di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, pihaknya juga telah menangkap seorang yang diduga melakukan aksi preman, dimana melakukan penganiayaan terhadap mandor proyek pengecoran jalan di lokasi tersebut. Pelaku yang ditangkap tersebut berinisial RP (23).
"Ini juga terkait pemalakan. Informasinya, (pelaku) juga salah satu preman yang suka melakukan pemalakan. Malak mandor. Dia merupakan aktor pemalakan di jalan buka tutup itu," ungkapnya.
Disebutkan, awalnya pelaku meminta nomor handphone mandor. Marah karena tidak dapat, akhirnya pelaku melakukan penusukan terhadap korban.
Editor : Marjeni Rokcalva






