Kedua, pimpinan komunitas memegang peran penting dalam pemulihan masyarakat dan terakhir ketika ada sarana evakuasi, baik rambu evakuasi maupun tempat evakuasi, masyarakat akan sangat terbantu ketika ada ancaman bahaya terjadi.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Siaga bencana seyogyanya harus berasal dari individu dan komunitas masing-masing," ujar Fretha.Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menyebutkan, gempa Maluku ini sangat unik karena sangat aktif. Apabila dilihat dari gempa susulan telah mencapai ribuan dan ratusan di antaranya dirasakan oleh warga. Hingga 24 November 2019, BMKG memonitor gempa susulan terjadi 2.509 kali dan 287 kali dirasakan warga. Gempa yang terjadi pada 26 September 2019 itu telah mengakibatkan korban meninggal 41 jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
(Rel/MR) Editor :






