IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Sultan Hemengkubuwono X: Bukittinggi Kota Sejarah Sarat Semangat Kebangsaan

Sri Sultan Hamengkubuwono X saat berada di Bukittinggi. Foto Yus
Sri Sultan Hamengkubuwono X saat berada di Bukittinggi. Foto Yus
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menceritakan tentang arti penting Bukittinggi yang memiliki sejarah kemerdekaan RI.

Sejarah menyebutkan, pemerintahan Yogya kembali , adalah kembali dari Bukittinggi. Salah satu kota yang ditetapkan sebagai ibukota negara Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, dibawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara.

"Pemerintahan dikembalikan dari Bukittinggi ke Yogyakarta pada 27 desember 1949. PDRI dibentuk karena Yogyakarta tengah dikuasai Belanda. Saat itu hasil musyawarah pada 22 Desember 1948 di Halaban, disepakati terbentuknya PDRI dan diketuai oleh Sjafruddin Prawiranegara. Untuk itu, Sjafruddin Prawiranegara patut diberi gelar pahlawan nasional dan menjadi Presiden kedua Indonesia," jelas Sri Sultan.

Dari dulu hingga kini, hubungan pemerintahan Bukittinggi-Yogyakarta, ternyata jiwa kemerdekaan itu, tetap dinyalakan bersama sebagai inspirasi semangat mempertahankan kemerdekaan RI.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Semiloka kearsipan ini, semoga dapat membangkitkan memori kolektif untuk mengingat kembali memori historis dalam proses membangsa. Lewat semangat inilah, wawasan kebangsaan muncul sebagai satu ikatan bersama melawan kolonialisme.

Makna terdalam dari semangat persaudaraan Yogyakarta -- Bukittinggi yang menjadi pengikat semangat kebangsaan untuk Indonesia.

Bukittinggi adalah kota sejarah yang memiliki semangat kebangsaan sekaligus semangat kejuangan. Dirgahayu Kota Bukittinggi ke 235 Tahun", ungkapnya. (Yus)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH