Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menceritakan tentang arti penting Bukittinggi yang memiliki sejarah kemerdekaan RI.
Sejarah menyebutkan, pemerintahan Yogya kembali , adalah kembali dari Bukittinggi. Salah satu kota yang ditetapkan sebagai ibukota negara Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, dibawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara.
"Pemerintahan dikembalikan dari Bukittinggi ke Yogyakarta pada 27 desember 1949. PDRI dibentuk karena Yogyakarta tengah dikuasai Belanda. Saat itu hasil musyawarah pada 22 Desember 1948 di Halaban, disepakati terbentuknya PDRI dan diketuai oleh Sjafruddin Prawiranegara. Untuk itu, Sjafruddin Prawiranegara patut diberi gelar pahlawan nasional dan menjadi Presiden kedua Indonesia," jelas Sri Sultan.
Dari dulu hingga kini, hubungan pemerintahan Bukittinggi-Yogyakarta, ternyata jiwa kemerdekaan itu, tetap dinyalakan bersama sebagai inspirasi semangat mempertahankan kemerdekaan RI.
Makna terdalam dari semangat persaudaraan Yogyakarta -- Bukittinggi yang menjadi pengikat semangat kebangsaan untuk Indonesia.
Bukittinggi adalah kota sejarah yang memiliki semangat kebangsaan sekaligus semangat kejuangan. Dirgahayu Kota Bukittinggi ke 235 Tahun", ungkapnya. (Yus)
Editor :






