IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kemenko Polhukam Gelar FGD Soal PDRI di Limapuluh Kota

Suasana FGD.
Suasana FGD.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Limapuluh kota - Guna mendapatkan masukan dan gambaran serta permasalahan yang dihadapi dalam rangka pembinaan kesadaran bela negara, sekaligus sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mewujudkan membangun Monumen Nasional PDRI.

Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa bersama kementerian terkait melakukan kunjungan kerja dan Focus Group Discussion (FGD), di Gedung Pokiteknik Pertanian Negeri Payakumbuh, pada Selasa, (5/11).

Brigjen TNI Rufbin Marpaung, Asisten Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa saat membuka FGD mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme secara umum di Sumatra Barat serta menjaga sejarah perjuangan bangsa. Salah satunya sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

"Sudah selayaknya sejarah ini diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk apresiasi dengan membangun monumen bela negara," jelasnya.

"tugas kami dari Menkopolhukam disini untuk mendorong dan mengorganisir, kami melihat pembangunan monumen bela nagara ini perlu didorong dan diorganisir ulang. Demikian juga dengan pelaksanaan peringatan hari Bela Negara, kami juga akan mendorong untuk dilaksanakan secara Nasional di Kabupaten Limapuluh Kota,"

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dia berharap, pembangunan monumen ini akan ada manfaat lanjutannya sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan sumberdaya manusia yang unggul dan kompetitif.

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan sekaligus sekretaris YPP PDRI saat menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, sesuai dengan visi misi dan RPJM, Kabupaten Limapuluh kota telah melaksanakan pembangunan, penghargaan kepahlawanan dan pemuliaan terhadap perjuangan PDRI.

Terlebih dari pada itu, Ferizal Ridwan juga mengakui dalam perjalanannnya ada beberapa masalah persoalan Nomenklatur yang terjadi dalam mewujudkan pembangunan Monumen Nasional PDRI, sehingga pembangunan monumen PDRI sempat mangkrak dua kali anggaran, yang pertama 7 Milyar dan yang kedua 9 Milyar tidak dapat dilaksanakan.

"Mohon maaf barangkali karena persoalan Nomenklatur. Keinginan pihak pusat yang berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) pembangunan dilaksanakan oleh daerah melalui tugas perbantuan (TP), sementara kami di daerah mempunyai kelemahan karena setiap TP diwajibkan ada dana pendampingan 10 persen. Oleh karena itu, dua kali anggaran tidak dapat dilaksanakan," tutur Ferizal Ridwan dihadapan para peserta FGD.

Namun, saat menjadi Plt. Bupati pada Tahun 2017, menggantikan Bupati Irfendi Arbi yang pada saat itu tengah menunaikan ibadah haji, Wabup Ferizal Ridwan sempat menyurati seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dalam pembangunan monas PDRI.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH