Padang-Kawasan Mandeh Bahari telah menjadi salah satu tempat wisata favorit yang terletak di Pesisir Selatan Sumatera Barat, yakni di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Padang. Kawasan Mandeh memiliki pesona yang sangat indah terdiri dari perpaduan perbukitan hijau dengan keindahan teluk yang dihiasi gugusan pulau-pulau kecil yang asri dan alami. Bahkan, kawasan tersebut kerap dijuluki sebagai Raja Ampatnya Sumatera.
Bertolak dari hal itu, sebagai bentuk perwujudan salah satu tri darma perguruan tinggi, tim dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kawasan Mandeh Bahari selama Agustus hingga November.
Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdi Dr. Ratmanida, M.Ed., TEFL (ketua) didampingi anggota tim Dr. Muhd. Al Hafizh, S.S., M.A., Dr. Rusdi Noor Rosa, S.S., M.Hum. (Anggota) kepada wartawan hari ini (1/11) di Kampus FBS Air Tawar Padang.
Menurut Ketua Pelaksanaan, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan dana pengabdian PNBP LP2M UNP Skema Program Kemitraan Masyarakat.
Lebih lanjut Ratmanida menjelaskan bahwa wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara atau wisatawan asing yang berasal dari pelbagai negara. Oleh karena itu, masyarakat mengungkapkan kerap kali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi terutama ketika berinteraksi dengan wisatawan asing tersebut, dikarenakan faktor bahasa.
Menurut Ratmanida, untuk kegiatan pengabdian ini tim bekerja sama dengan kelompok sadar wisata atau yang disingkat menjadi POKDARWIS dan sangat antusias untuk mengikuti program yang dilakukan.
"Hasil kegiatan pengabdian adalah sudah terdapat 12 orang dari kelompok tersebut yang ingin bergabung yang terdiri dari pemuda-pemuda berusia sekitar 18 -- 30 tahun. Program pelatihan dilaksanakan tiga kali selama dua pekan. Pada pertemuan pertama, kami memberikan materi tentang bagaimana cara menyapa turis, bertanya, menawarkan sesuatu dan hal-hal umum yang diperlukan ketika berinteraksi dengan turis dalam Bahasa Inggris. Pada pertemuan kedua, meteri yang diberikan lebih spesifik seperti bagaimana cara menawarkan jasa tour guide, transportasi, hotel atau penginapan dan lain-lain," jelas Ratmanida.
Menurut Ketua Pelaksana, selain tim pengabdian memberikan pelatihan Bahasa Inggris, pada pertemuan terakhir, juga diberikan pelatihan tentang cara menggunakan website sebagai media promosi dan pelayanan informasi agar bisa mencakup sasaran yang luas karena selama ini mereka melakukan promosi hanya melalui sosial media yang tentunya memiliki jangkauan yang terbatas karena mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan website. (ET)
Editor :






