IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pjs Bupati Pessel Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim dan La Nina

Pjs Bupati Pessel Mardi bersama Forkopimda cek kesiapan sarana dan prasarana usai apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana tingkat kabupaten tahun 2020 guna mewaspadai cuaca ekstrim dan La Nina. Foto: Humas Pessel
Pjs Bupati Pessel Mardi bersama Forkopimda cek kesiapan sarana dan prasarana usai apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana tingkat kabupaten tahun 2020 guna mewaspadai cuaca ekstrim dan La Nina. Foto: Humas Pessel
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAINAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana tingkat kabupaten tahun 2020, Selasa (10/11/2020) di halaman kantor bupati setempat.

Apel kesiapsiagaan ini digelar usai upacara peringatan hari Pahlawan ke-75, Pjs Bupati Pesisir Selatan, Mardi bertindak selaku inspektur upacara dan dihadiri anggota Forkopimda, Sekda Erizon, kepala perangkat daerah, instansi vertikal dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Pjs Bupati Mardi mengatakan, perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan cuaca ekstrim dan fenomena La Nina akibat peralihan musim kemarau ke musim hujan, mengakibatkan meningkatnya curah hujan diberbagai wilayah di Indonesia.

Hal itu juga berimbas ke Kabupaten Pesisir Selatan, sehingga daerah ini dilanda hujan deras seperti di Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas dan Lengayang.

Tingginya curah hujan dibeberapa kecamatan tersebut telah menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor, dan bencana banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Lengayang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Ya, bencana banjir dan tanah longsor itu telah menimbulkan kerugian materi, rumah terendam, lahan pertanian rusak dan beberapa fasilitas umum seperti sekolah juga terkena dampak banjir," ucapnya.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap bencana banjir dan tanah longsor di lapangan.

Langkah itu antara lain, melakukan evakuasi pada warga, bantuan makanan dan dapur umum, perbaikan fasilitas umum dan mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat.

"Bencana datangnya tidak bisa ditolak, dan bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Kedepan, pemerintah daerah akan meningkatkan anggaran untuk program pengurangan risiko bencana," katanya. (Rnd/Je)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH