"Dengan demikian, ada banyak pekerjaan rumah bagi kita untuk terus mengkampanyekan tentang urgensi penerapan protokol keselamatan yang berkaitan dengan tempat penyimpanan amunisi dan bahan peledak ini secara nasional. Misalnya siapa yang memiliki kewenangan untuk mengontrol dan memeriksa berbagai gudang amunisi dan bahan peledak, atau bahan -- bahan lain yang berbahaya sehingga keamanan dan keselamatan publik bisa lebih terjaga. Oleh karena itu sekali lagi, disamping kita menyampaikan rasa duka cita pada saudara -- saudara kita yang tertimpa musibah di Beirut, sekaligus harus menjadi cermin agar kita sigap dan trengginas melakukan berbagai upaya untuk mencegah kemungkinan hal yang sama terjadi di Indonesia ", pungkas Dede mengakhiri perbincangan. MR
Editor : Berita MinangLedakan di Beirut, Pentingnya Penerapan Protokol Keselamatan Bahan Peledak
Berita Terkait






