Selain itu gubernur juga mengingatkan kemungkinan pelaksanaan dalam masa penanganan Covid, maka para panitia wajib melaksanakan protokol kesehatan, seperti pembatasan penonton, jaga jarak, pakai masker, thermogun dan menyediakan hand sanitizer serta tempat cuci tangan di lokasi kegiatan.
"Yang jelas, Sumbar sudah siap menjadi tuan rumah MTQ sesuai dengan tanggal yang telah disepakati. Bentuk acara harus meriah tapi tidak perlu banyak penonton. Ini berperluang untuk Sumbar ber inovasi dalam iven tingkat nasional," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyebutkan, bahwa diperkirakan MTQ Nasional akan diikuti sekitar 1.924 orang peserta dari berbagai provinsi, hal ini telah dilaporkan oleh gubernur Sumbar beberapa waktu lalu di Kemenag.
"Jadi kita harus ekstra ketat mengikuti protokol kesehatan dalam penyambutan tamu-tamu kita. Karena pada saat ini kita masih dalam masa pandemi covid-19," ucap Nasrul Abit.
"Sebelumnya kita sudah menjadwalkan serangkaian kegiatan, namun berhubung dengan situasi kita seperti ini maka kegiatan yang bersifat rentan mengundang banyak orang seperti pawai taaruf dan pameran kami berharap ditiadakan. Kalaupun untuk malam taaruf tetap dilaksanakan, namun dengan catatan mengurangi jumlah peserta yang hadir," kata Nasrul Abit.
"Selanjutnya untuk teknis pelaksanaan MTQ ini kita tetap dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI terkait bagaimana pelaksanaan kegiatan yang aman sesuai dengan protokol covid. Sementara ini kita harus mencocokan anggaran kita, semua alternatif harus kita siapkan dalam menghadapi situasi ini.
"Mari kita berdo'a bersama, agar kegiatan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 bisa berjalan dengan sukses, dan bebas dari penyebaran Covid-19," ujarnya. RelHum/MR
Editor :






