IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Begini Laporan Kondisi Wamena 3 Oktober 2019

Suasana di Wamena Airport. Foto Syofiardi BJB
Suasana di Wamena Airport. Foto Syofiardi BJB
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Di samping kantor bupati ada Gedung Pertemuan "Ukumearek Asso". Gedungnya baik-baik saja dan digunakan sebagai kantor bupati sementara, sekaligus Posko Penanganan Pengungsi, dan Dapur Umum. Hari ketiga pasca kejadia atau 25 September 2019 tercatat di posko ini lebih 4.000 pengungsi. Pada hari kedelapan atau 30 September 2019 pengungsi bertambah menjadi 7.278. Pengungsi bertambah karena para perantau dari kabupaten-kabupaten sekitar juga ikut turun mengungsi ke Wamena karena khawatir.

Hari ini, 3 Oktober 2019 pengungsi tinggal 4.959 orang. Sebagian mengungsi ke Jayapura dan sebagian lagi balik kembali ke rumahnya. Para pengungsi ditampung di 11 titik. Terbesar di dua lokasi, yaitu Markas Kodim sebanyak 2.574 orang dan di Markas Polres 1.450 orang. Sisanya ada yang di gereja-gereja, masjid, kantor DPRD, dan sekretariat paguyuban daerah asal pengungsi.

Saat saya di posko ini, Bupati Jayawijaya John Richard Banua, Wakil Bupati Marthin Yogobi, Pelaksana Tugas Sekda Tinggal Wusono, Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya, dan Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto mengadakan jumpa pers tentang kondisi terakhir penanganan Wamena. Saya ikut bersama wartawan lain, tidak hanya kawan-kawan wartawan yang sehari-hari di bertugas di Wamena, juga beberapa wartawan media nasional yang datang ke Wamena.

Bupati mengatakan kondisi sudah makin kondusif. Aliran listrik sedang dipulihkan di wilayah yang masih mati listriknya. Sekolah akan diaktifkan Senin depan, 7 Oktober 2019. Kapolres mengatakan terus melakuakn menyelidikan terhadap pelaku yang terindikasi. Sejauh ini sudah ada tiga tersangka.

Usai jumpa pers saya memperkenalkan diri ke bupati, kapolres dan dandim. Pak Bupati bersedia memberikan pernyataan khusus kepada para perantau Minang di Wamena dan masyarakat Sumatra Barat. Bupati berharap para perantau kembali ke Wamena, berjanji akan membantu membangun toko-toko yang ludes. Bupati juga meminta agar masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya, termasuk tentang jumlah korban yang simpang-siur.

Ia menjelaskan, seluruh korban meninggal (karena serangan) berjumlah 31 orang. Dua korban lainnya akibat dampak tidak langsung, satu meninggal lemas karena sembunyi di ruangan geset , sedangkan satu lagi karena terjatuh saat lari dan meninggal di rumah sakit.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Sedangkan warga asal Sumatra Barat yang meninggal 9 orang, 8 jenazahnya sudah kami kirimkan ke Padang dan satu lagi dikuburkan di sini," ujarnya.

Saya merekam melalui video pernyataan khusus Bupati John Richard Banua untuk disampaikan kepada masyarakat Sumatra Barat. Video dan berita lengkap pernyataan beliau baru bisa saya proses besok. Mudah-mudahan internet cukup kuat meng-upload video karena jaringan internet di situ tidak begitu kencang.

Bagaimana kondisi pengungsi dan perantau Minang di Wamena ini. Saya baru besok akan khusus melihatnya dan melaporkan kepada kawan-kawan semua, terutama untuk masyarakat Sumatra Barat dan perantau di seluruh dunia.

Semoga kondisi Wamena semakin baik.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH