PADANG - Warga Sumatera Barat (Sumbar) yang berdomisili di Papua sudah mulai berangsur pulang. Ada yang pulang secara pribadi, berangkat dengan kapal laut, pesawat bahkan difasilitasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit membenarkan sudah ada warga Sumbar yang pulang kampung pasca kerusuhan terjadi di Wamena.
"Dari 1.470 warga yang terdata ingin pulang kampung, sebahagin sudah ada yang pulang ke kampung halaman masing-masing," kata Nasrul Abit Rabu (02/10/2019).
Nasrul Abit menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbarsudah membuat surat yang ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan meminta agar Kapal laut bisa langsung merapat di pelabuhan Papua agar masyarakat Sumbar yang minta pulang bisa segera diangkut.
"Masyarakat yang pulang menggunakan kapal laut bisa langsung merapat di Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang," harap Nasrul Abit.
Namun ia tidak mengetahui secara teknis penggantian aset yang rusak, apakah diperbaiki (Pemprov) Papua atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wamena atau pemerintah pusat.
"Seluruh aset yang rusak akan diperbaiki," kata Nasrul Abit.
Data yang diperoleh Berita Minang, sebanyak 297 orang dari 1.470 warga Sumbar yang berada di Papua sudah pulang lebih dahulu ke kampung halaman masing-masing.
Dari jumlah tersebut diantaranya 130 orang pulang dengan Kapal laut. Kemudian ada yang naik dengan pesawat sebanyak 50 orang. Sebanyak 97 orang pulang dibantu melalui ACT dan pulang secara pribadi sebanyak 20 orang.
Editor :






